Sosialisasi

Melalui Program KPU Mengajar, KPU Parepare Edukasi Pemilu kepada Pelajar SMK Negeri 3

KPU Kota Parepare melalui program KPU Mengajar kembali melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di SMK Negeri 3 Parepare dengan menghadirkan Kalmasyari, Anggota KPU Kota Parepare Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Kalmasyari menjelaskan bahwa Program KPU Mengajar merupakan bentuk sosialisasi pendidikan pemilih yang dilakukan oleh KPU untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar terkait Pemilihan umum dan pentingnya pendidikan pemilih secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa KPU Mengajar adalah program terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 24 Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan, dengan mengacu pada lima modul utama, yakni demokrasi dan pemilu, asas pemilu, prinsip penyelenggaraan pemilu, tujuan pemilu, serta pemilu dan pemilihan yang inklusif. Lebih lanjut, Kalmasyari menjelaskan bahwa Pemilu inklusif adalah pemilu yang memberikan kesempatan kepada seluruh warga negara untuk menggunakan hak pilihnya tanpa diskriminasi. Ia juga menekankan pentingnya peran pemilih pemula, khususnya pelajar, agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan menolak praktik politik uang sehingga dapat menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas. “Pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk menentukan pemimpin secara demokratis dan adil. Agar berjalan dengan baik, pemilu harus dilaksanakan berdasarkan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil),” jelasnya. Kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan ini mendapat antusiasme dari para uji siswa SMK Negeri 3 Parepare dan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara pemateri dan peserta, sebagai bentuk penguatan pemahaman siswa terkait kepemiluan dan demokrasi.

Edukasi Pemilih Pemula tentang Demokrasi dan Kepemiluan, KPU Kota Parepare Laksanakan Program KPU Mengajar di SMK Bahari

KPU Kota Parepare terus berupaya meningkatkan pemahaman demokrasi di kalangan generasi muda melalui program KPU Mengajar. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara KPU Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, yang bertujuan memberikan edukasi kepada pemilih pemula terkait demokrasi dan kepemiluan sejak dini. Sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui program KPU Mengajar kali ini dilaksanakan di SMK Bahari Parepare. Kegiatan tersebut menyasar para siswa sebagai calon pemilih pemula agar memiliki pemahaman yang benar mengenai sistem demokrasi serta pentingnya partisipasi aktif dalam setiap proses pemilihan umum. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian demokrasi, yang dijelaskan sebagai sistem pemerintahan yang menempatkan kedaulatan di tangan rakyat. Demokrasi memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam menentukan arah dan kebijakan negara melalui mekanisme yang sah dan konstitusional. Selain itu, pemateri juga menyampaikan ciri-ciri negara demokrasi, di antaranya adanya pemilihan umum yang jujur dan adil, penegakan hukum yang berkeadilan, perlindungan hak asasi manusia, serta kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai kedudukan warga negara dalam demokrasi, di mana setiap warga memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa memandang latar belakang. Pemateri dalam kegiatan KPU Mengajar kali ini adalah Ilham H. Muhtar, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Parepare. Dalam pemaparannya, Ilham H. Muhtar menjelaskan secara rinci mengenai sejarah pemilu di Indonesia, mulai dari pelaksanaan pemilu pertama hingga perkembangan sistem kepemiluan saat ini dengan hadirnya KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang independen dan berintegritas. Lebih lanjut, Ilham H. Muhtar juga menguraikan ruang lingkup serta perbedaan antara pemilu dan pemilihan. Pemilu mencakup pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif, sementara pemilihan berkaitan dengan pemilihan kepala daerah seperti Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Pemahaman ini dinilai penting agar pemilih pemula tidak keliru dalam memahami jenis-jenis pesta demokrasi yang diselenggarakan di Indonesia. Tidak hanya membahas kepemiluan, kegiatan KPU Mengajar juga menekankan pentingnya literasi informasi di era digital. Para siswa diharapkan mampu menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks, khususnya yang berkaitan dengan isu politik dan pemilu. Pemilih yang cerdas diharapkan mampu memverifikasi kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.  Dalam Kesempatan ini pula Ilham H. Muhtar menyampaikan ke peserta KPU Mengajar agar apa yang telah disampaikan oleh pemateri menjadi penyambung informasi ke Masyarakat terkait pendidikan Demokrasi dikarenakan untuk menyasar seluruh Pemilih yang ada di Kota Parepare dengan SDM yang dimiliki oleh KPU Kota Parepare tidak bisa mencakup semua.   Melalui pelaksanaan KPU Mengajar di SMK Bahari Parepare ini, diharapkan para siswa dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Edukasi demokrasi sejak dini menjadi langkah strategis dalam membangun kualitas demokrasi yang lebih baik serta menciptakan generasi muda yang berpartisipasi aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di Indonesia

Tingkatkan Kesadaran Politik Pelajar, KPU Parepare Hadir di SMKN 2 Lewat Program KPU Mengajar

KPU Kota Parepare melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih melalui program KPU Mengajar di SMK Negeri 2 Parepare, Rabu, 28/1/2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemilih pemula mengenai pentingnya demokrasi dan pemilu di Indonesia. Ketua KPU Kota Parepare Muh. Awal Yanto hadir langsung sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan sejumlah materi penting, di antaranya mengenai demokrasi dan pemilu di Indonesia, asas penyelenggaraan pemilu, prinsip penyelenggaraan pemilu, serta tujuan pengaturan penyelenggaraan pemilu. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang inklusivitas dan aksesibilitas dalam penyelenggaraan pemilu. Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif menyimak materi yang disampaikan dan menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap proses demokrasi dan kepemiluan. Antusiasme tersebut terlihat jelas saat sesi tanya jawab, di mana sejumlah siswa mengajukan pertanyaan kritis terkait peran pemilih muda, tantangan demokrasi, serta mekanisme pemilu yang jujur dan adil. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Parepare berharap dapat menumbuhkan kesadaran politik sejak dini serta mendorong partisipasi aktif pemilih pemula dalam setiap tahapan pemilu, sehingga tercipta pemilu yang demokratis, inklusif, dan berintegritas di masa mendatang.

Game interaktif dan Debat Mini bertema Kepemiluan pada Program KPU Mengajar di SMKN 1 Parepare.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare melaksanakan program KPU Mengajar pada Selasa, 27 Januari 2026, di UPT SMKN 1 Parepare. Kegiatan ini merupakan program Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih yang digagas KPU Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat literasi demokrasi di kalangan generasi muda.  Program KPU Mengajar secara spesifik menyasar pemilih pemula pada tingkat SMA/sederajat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu secara berkelanjutan, sejak usia dini.  Para pelajar yang hadir pada kegiatan tersebut dibekali pemahaman mendasar mengenai proses demokrasi di Indonesia. Materi utama mencakup konsep demokrasi dan pemilu, asas pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil), serta tujuan penyelenggaraan pemilu dalam mewujudkan kedaulatan rakyat.  Penyampaian dilakukan secara interaktif oleh Ahmad Perdana Putra, anggota KPU Kota Parepare, yang  menekankan peran strategis generasi muda sebagai pemilih pemula dalam menentukan arah kehidupan bangsa dan negara melalui penggunaan hak pilih yang bijak.  Kegiatan semakin dinamis berkat integrasi game interaktif dan debat mini bertema kepemiluan, yang berhasil memicu antusiasme tinggi di kalangan siswa. Sesi game melatih pemahaman praktis tentang tahapan pemilu dan istilah-istilah dalam penyelenggaraan pemilu, sementara debat mini mendorong siswa menganalisis mosi yang telah diberikan. Pendekatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan argumentatif. Siswa Kelas XI Manajemen SMKN 1 Parepare menunjukkan partisipasi aktif yang luar biasa sepanjang kegiatan. Mereka terlibat penuh dalam setiap sesi, mulai dari menyelesaikan tantangan game hingga menyusun argumen dalam debat, sehingga proses pembelajaran berlangsung optimal. Secara keseluruhan, program KPU Mengajar ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan indeks partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.  KPU Kota Parepare berkomitmen melanjutkan inisiatif serupa untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya melek politik, tetapi juga kritis, bertanggung jawab, dan teguh mempertahankan nilai-nilai demokrasi. Turut hadir Kepala sub bagian Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) dan para staff KPU Kota Parepare

KPU Mengajar Hadir di SMAN 4 Parepare, Tanamkan Pemahaman Demokrasi Sejak Dini

Parepare — Program KPU Mengajar memasuki Minggu ke-3 yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, bertempat di SMAN 4 Kota Parepare. Kegiatan ini menghadirkan Kalmasyari selaku Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi sebagai pemateri. Dalam kegiatan tersebut, Kalmasyari membawakan materi melalui modul pembelajaran interaktif yang memadukan konsep bermain sambil belajar. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing mewakili topik modul, yakni Demokrasi, Asas Penyelenggaraan Pemilu, Prinsip Penyelenggaraan Pemilu, Tujuan Pemilu, serta Pemilu dan Pemilihan Inklusif. Metode pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilu sekaligus menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan permainan edukatif yang disajikan. Sebagai penutup materi, Kalmasyari menegaskan pentingnya pemilu sebagai sarana demokrasi. Ia menyampaikan bahwa, “Pemilu adalah sarana untuk menentukan pemimpin secara demokratis dan adil. Agar berjalan dengan baik, pemilu harus dilaksanakan berdasarkan asas LUBER JURDIL dan prinsip kejujuran, keadilan, serta keterbukaan. Pemilu juga harus inklusif dan mudah diakses agar semua warga negara dapat menggunakan hak pilihnya tanpa diskriminasi.” Kegiatan KPU Mengajar diakhiri dengan sesi foto bersama siswa-siswi SMAN 4 Kota Parepare dengan mengusung tagline “KPU Mengajar, Jemput Pemilih Dari Sekolah”.

KPU Mengajar di Minggu Ketiga: Siswa SMAN 5 Parepare Antusias Dalami Demokrasi dan Pemilu

Aula SMAN 5 Kota Parepare kembali menjadi lokasi kegiatan literasi demokrasi saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare menggelar sosialisasi "KPU Mengajar" pada minggu ketiga, Senin (19/1/2025) pukul 14.00–15.00 WITA. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Parepare, Nur Islah, dengan materi seputar demokrasi dan pemilu, tujuan pemilu, asas dan prinsip penyelenggaraan pemilu, serta inklusivitas dan aksesibilitas. Para siswa SMAN 5 mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, menyimak pemaparan materi serta mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Di tengah sesi, pemateri mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendorong partisipasi siswa sekaligus mengukur pemahaman mereka terhadap materi. Diskusi berlangsung aktif dengan keterlibatan siswa dalam menjawab pertanyaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai fondasi demokrasi dan pemilu, serta mempersiapkan generasi muda sebagai pemilih yang cerdas di masa mendatang. Kegiatan ditutup dengan yel-yel bersama "KPU Mengajar". Turut hadir pada kegiatan tersebut Kasubbag Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, Kasubbag Teknis Penyelenggaraan dan Hukum, serta staf KPU Kota Parepare. Sosialisasi "KPU Mengajar" merupakan bagian dari komitmen KPU Provinsi Sulawesi Selatan yang ditindaklanjuti oleh KPU Kota Parepare dalam upaya meningkatkan pemahaman demokrasi dan kepemiluan di lingkungan sekolah, khususnya bagi pemilih pemula