Sosialisasi

Strategi dan Tantangan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Era New Normal

Strategi dan Tantangan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Era New Normal parepare.kpu.go.id-Hadir sebagai pembicara dalam sosialisasi kepemiluan yaitu Safriani Sudirman  Komisioner Divisi Teknis dan penyelenggaraan serta Komisioner Divisi Pendidikan pemilih,Parmas dan Sumber Daya manusia Firman Mustafa KPU Kota Parepare.  Tema yang diangkat Strategi dan  Tantangan  pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Era New Normal yang diadakan di Radio Giss FM Kota Parepare, Rabu 24 Juni 2020 Kegiatan dimulai pada pukul 13.30 wita,. Komisioner Divisi Pendidikan pemilih , Partisipasi Masyarakat dan Sumber daya manusia KPU Kota Parepare Firman Mustafa mengatakan bahwa ini pertama kalinya Indonesia melakukan Pilkada dalam kondisi  pandemik covid-19 yang menuju New Normal. banyak yang memprediksi bahwa tingkat partisipasi pada Pilkada di era New Normal ini akan menurun, namun demikian masih dimungkinkan bagi KPU  untuk melakukan sosialisasi dengan tatap muka dengan tetap dengan mengutamakan protokol kesehatan, serta membangun kepercayaan masyarakat bahwa Tempat Pemungutan Suara aman dan Steril dari covid-19. Intinya KPU melayani untuk menyalurkan hak pilih masyarakat, dan Pilkada tetap dilanjutkan dan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan dengan dasar hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang. Terkait pertanyaan apakah bisa memilih di Rumah Sakit/Ruang isolasi apabila positif Covid-19? Dijawab oleh Firman Mustafa, bahwa merupakan tantangan bagi penyelenggara, dan sementara masih menunggu aturan terkait bagaimana prosedur bagi orang yang terindikasi covid-19 untuk dapat menyalurkan hak pilihnya.  Selanjutnya Safriani Sudirman selaku Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Parepare menjelaskan  bahwa di Sulawesi Selatan ada 12 Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada pada tanggal 9 Desember 2020, kenapa KPU Kota Parepare melakukan sosialisasi Pendidikan Pemilih sedangkan Kota Parepare tidak melaksanakan Pilkada pada tahun ini? Tujuannya adalah sebagai upaya KPU Kota Parepare untuk menyebarkan informasi terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020 karena Kota Parepare merupakan daerah transit, tidak menutup kemungkinan ada warga dari daerah yang melaksanakan Pilkada yang berada di Parepare, sehingga mereka dapat menyalurkan hak pilihnya. Safriani Sudirman menekankan bahwa pada intinya semua pelaksanaan tahapan akan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat baik bagi penyelenggara, peserta dan pemilih. Semua orang yang memiliki hak pilih tidak boleh kehilangan hak pilihnya. Hal lain adalah KPU Kota Parepare juga melakukan  Pemutakhiran Daftar Pemilih berkelanjutan meskipun tidak melaksanakan Pilkada. Untuk memaksimalkan prosea pemutakhiran yang dimaksud  masyarakat dapat memberikan tanggapan melalui Website KPU Kota Parepare sehingga datanya bisa dicek apakah masih bersyarat atau sudah tidak bersyarat.

PEREMPUAN DALAM DINAMIKA POLITIK

Parepare.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare menerima kunjungan Majelis Taklim Almuhajrin asal Kelurahan Tiro Sompe Kecamatan Bacukiki Barat yang tertarik informasi kepemiluan yang disediakan Rumah Pintar Pemilu Mappamacca, Kamis (12/3/2020). Rombongan para ibu berkerudung kuning kemudian diterima Anggota KPU Parepare Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Safriani Sudirman yang pada kesempatan itu memanfaatkannya untuk menyampaikan pentingnya perempuaan dan upaya peningkatan peran kaum hawa dalam politik. Menurut dia, para ibu harus sadar bahwa dari keterlibatan mereka lah maka peradaban kehidupan berbangsa dan bernegara akan terbangun. Meski demikian dia juga menyadari bahwa di Indonesia harapan ini kadang masih sulit dilakukan. Beberapa hal yang melatarbelakangi hal tersebut seperti kurangnya pendidikan politik, pelatihan dan penguatan keterampilan politik perempuan hingga minimnya kesadaran perempuan untuk aktif dan terlibat di dalam kegiatan politik seperti di lembaga legislatif dan partai politik. “Pada dasarnya peran perempuan merupakan jawaban atas pertanyaan yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat,” tutur dia.

STIH Parepare Kunjungi RPP Mappamacca KPU Parepare

Parepare, kpu.go.id – Sebanyak 25 mahasiswa KKLP STIH AMSIR Kota Parepare berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu Mappamacca, Kamis (5/3/2020). Pada kunjungan ini para mahasiswa diajarkan tentang metode penghitungan suara sainte lague. Rombongan mendapat penjelasan langsung oleh Anggota KPU Parepare Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Firman Mustafa. Sebagaimana diketahui sainte lague sendiri adalah model yang digunakan dalam Pemilu 2019. Sementara pada Pemilu 2014 metode yang digunakan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) dalam menentukan jumlah kursi. Sebagai tambahan informasi metode ini diperkenalkan oleh seorang matematikawan asal Perancis bernama Andre Sainte Lague pada tahun 1910. Metode penghitungan suara sainte lague ini juga telah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 7 tahun 2017.

Rumah Pintar pemilu Mappamacca, Laboratorium Demokrasi, Penangkal Hoaks

Parepare, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare telah memiliki Rumah Pintar Pemilu (RPP) Mappamacca sejak beberapa waktu lalu. Selain dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi masyarakat, keberadaannya juga dapat sebagai laboratorium demokrasi serta penangkal hoaks kepemiluan yang berkembang di masyarakat. Hal tersebut disampaikan Anggota KPU Parepare Divisi Sosialisasi,Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, Firman Mustafa saat menerima kunjungan pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Parepare periode 2020-2021 dan beberapa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare lainnya, Senin (2/3/2020). “Jika mau bertanya mengenai iklim demokrasi dalam pemilu dan pemilihan, silakan datang di Rumah Pintar Pemilu Kota Parepare,” ujar Firman. Dihadapan pengurus BEM Universitas Muhammadiyah Parepare, Firman juga berharap mahasiswa jeli dan peka terhadap persoalan pemilu dan pemilihan.

Komisioner KPU Parepare Ajarkan Pendidikan Politik Pada Srikandi Camp Pemuda Pancasila

PAREPARE – Srikandi Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Parepare, menggelar Srikandi Camp di kawasan wisata alam La Doma, Kecamatan Bacukiki. Kegiatan  yang diikuti puluhan anggota Srikandi MPC PP Parepare dari empat kecamatan tersebut, dibuka Ketua MPC Parepare Ketua, Fadly Agus Mante dan dihadiri Ketua DPW Srikandi Sulsel, Irmawati Syahrir. Ketua Panitia Srikandi Camp Dina Maliah mengatakan, selain penanaman pohon dan berbagai kegiatan yang bertujuan makin mengeratkan silaturahmi antar seluruh anggota Srikandi PP Parepare, juga digelar sharing dan dikusi pendidikan politik, yang menghadirkan Komisioner KPU Parepare Safriani Sudirman sebagai pembicara. Dina mengemukakan, diskusi politik dan perempuan dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, dinilai penting karena menjadi salah satu kebutuhan kader PP khususnya Sirkandi cabang hingga yang tergabung dalam unit Srikandi. “Pendidikan politik untuk perempuan kami anggap sangat penting untuk meningkatkan kapasitas maupun pengetahuan seluruh kader Srikandi PP Parepare,” paparnya. Sementara Komisioner KPU Parepare Divisi Teknis Safriani Sudirman mengatakan, sosialisasi pendidikan politik, adalah penegasan jika perempuan memiliki hak yang sama. Bahkan, kata Safriani, kedudukan perempuan dalam politik Indonesia sangat istimewa. Hal itu, kata dia, sesuai yang tertuang dalam aturan kepemiluan dan Undang undang Politik. “Semisal, diharuskan kuota ada keterwakilan perempuan sebanyak 30% dalam daftar caleg,” ujarnya. Kalaupun perempun tetap memutuskan menjadi pemilih, kata Safriani lagi, pihaknya berharap dan menghimbau agar kiranya perempuan Indonesia, khususnya Parepare, menjadi pemilih yang baik, dengan melihat calon baik caleg maupun calon kepala daerah, dari sis program dan visi serta misinya. Perempuan, kata Safriani lagi  memiliki kedudukan yang sama dalam bidang apapun. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin membangkitkan semangat dan kesadaran perempuan untuk berperan aktif disemua bidang, termasuk politik. “Dan yang terpenting memantaskan diri dengan mengupgrade ilmu pengetahuan masing-masing,” ujqrnya. Terkait pendidikan politik, tambah Safriani, KPU Parepare juga membuka diri dan akan mensuport lembaga maupun organisasi kemasyarakatan lainnya yang membutuhkan edukasi terkait politik. “KPU terbuka diundang menjadi nara sumner dan kita siap merenspon dan mengharapkan kegiatan pendidikan pokitik ormas lainnya,” tandasnya.,(#)

Madrasah Aliyah Negri 1 Kota Parepare Ikuti sosialisasi di Rumah Pintar Pemilu Mappamacca

Kota-parepare kpu.go.id – KPU Kota Parepare Menerima Kunjungan siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 kota parepare dalam kunjungannya di Rumah Pintar Pemilu Mappamacca. Ketua KPU Kota Parepare Hasruddin Husain dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada siswa siswi Madrasah Aliyah negeri 1 Kota parepare yang meluangkan waktunya untuk berkunjung ke rumah pintar pemilu mappamacca untuk lebih mengetahui tentang proses Pendidikan pemilih dan Pendidikan politik bagi pemilih pemula. ” Apresisasi kami untuk anak anak Madrasah Aliyah Negeri 1 dalam kunjungannya ke Rumah pintar pemilu” kata Ketua KPU Kota Parepare, Hasruddin Husain. Firman Mustafa selaku divisi sosialisasi, Pendidikan pemilih, Parmas dan SDM menjelaskan mengenai Pendidikan politik dan pendidikan pemilih  serta peran penting pemilih pemula dalam peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilihan presiden dan wakil presiden dan pemilihan umum 2019. ” Pemilih pemula dalam Pemilu berperan sangat dalam mendongrak partisipasi Pemilih. ” Keta Firman Sementara  siswa siswi Madrasah Aliyah Negri 1 Kota Parepare sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berharap KPU Kota parepare dapat menerima kembali kunjungan mereka ke Rumah Pintar Pemilu Mappamacca. ( *)